Seperti
halnya dengan klaster pulau-pulau perbatasan, klaster Tatoareng
terdiri dari pulau-pulau kecil yang beberapa diantaranya berupa
pulau-pulau kosong yang tidak berpenghuni. Klaster ini terletak
diantara 2° 55'– 3° 16' LU dan 125° 24'–
125° 41' BT dan memiliki luas 28,70 km2. Secara keseluruhan
klaster ini merupakan suatu wilayah administrasi kecamatan Tatoareng
yang terdiri dari 6 desa Seperti halnya dengan kondisi pulau-pulau
yang ada di kepulauan Sangihe, klaster ini memiliki kondisi
topografi yang bervariasi dari dataran landai dan kelerengan
yang curam, puncak tertinggi di klaster ini tidak melebihi ketinggian
350 m dpl. Pusat kegiatan klaster Tatoareng terletak di ibukota
kecamatan yaitu Kahakitang. Keterhubungan serta interaksi antar
pulau yang ada di dalam klaster terjadi dengan menggunakan perahu-perahu
nelayan dan perahu-perahu tradisional.
Klaster
ini memiliki keunikan tersendiri karena tidak memiliki gunung
berapi di wilayah dataran tetapi memilki gunung berapi (aktif)
yang letaknya di bawah permukaan laut sekitar perairan pulau
Mahangetang. Keadaan yang unik tersebut dapat membawa keuntungan
bagi kabupaten, karena daerah sekitar gunung berapi menjadi
obyek wisata, sering dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin
melihat suasana bawah laut di sekitarnya.
Sedangkan dampak buruknya adalah terjadi gelombang pasang
tsunami jika gunung berapi yang berada di bawah laut ini meletus.
|