Kamis, 11 Maret 2010
... Mekaraki Pato Mapia Tumondo, Boleng Balang Sengkahindo ...
Klaster Tatoareng
Klaster Sangihe
Klaster Perbatasan
 

Klaster ini berada pada posisi geografis 3° 17'– 3° 59'LU dan 125° 20'l – 125° 50'l BT dengan luas mencapai 702,27 km2 atau 69,33 % luas wilayah wilayah kabupaten secara keseluruhan menjadikan klaster Sangihe sebagai terbesar dari enam klaster yang ada. Klaster Sangihe merupakan klaster utama sebab pada klaster ini terdapat pusat pemerintahan kabupaten serta fasilitas-fasilitas yang berfungsi primer karena melayani seluruh kebutuhan penduduk kabupaten baik dari sektor ekonomi (perdagangan dan jasa), sektor transportasi (darat, laut dan udara), sektor pendidikan, sektor pertanian-perkebunan, sektor perikanan, sektor kesehatan dan sektor pertahanan dan keamanan. Pusat kegiatan ini klaster terletak di Tahuna yang juga ibukota kabupaten, pada klaster ini terdapat 10 wilayah administrasi kecamatan dan keterhubungan dengan pusat klaster pada umumnya dilayani oleh angkutan darat.

Klaster Sangihe memiliki kondisi topografis yang bervariasi yaitu dari dataran landai, kelerengan curam sampai dataran tinggi dan puncak gunung dengan ketinggian mencapai + 1.320 m dpl. Klaster ini memiliki gunung berapi aktif (G. Awu) yang berada di bagian utara pulau Sangihe Besar. Keaktifan gunung berapi ini memberi pengaruh yang sangat besar bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang ada disekitarnya., Pengaruh ini memberi dampak yang sangat besar terhadap hasil bumi yang terdapat di kepulauan ini. Hasil perkebunan berupa kelapa, cengkih dan pala yang juga berupa primadona bagi kabupaten, kebanyakan berasal dari klaster ini.

Bagi klaster lainnya klaster ini berperan sangat penting karena berfungsi sebagai pemasok dari berbagai macam kebutuhan baik pokok maupun kebutuhan penunjang., Dari klaster Sangihe barang-barang kebutuhan penduduk yang berasal dari Manado atau Bitung didistribusi ke klaster yang lain dengan menggunakan sarana transportasi laut. Di klaster ini juga terdapat pusat pembelian hasil bumi berupa perkebunan dan hasil tangkapan ikan di laut. Untuk perannya terhadap kegiatan yang bersifat regional adalah, sebagai penghubung antara ibukota propinsi dengan ibukota kabupaten yang memanfaatkan jasa angkutan laut dan angkutan udara sebagai moda angkutan.